5 Fakta Pembunuhan Mirna Salihin – Kasus pembunuhan Mirna Salihin kembali menjadi perbincangan karena dokumenter viral Netflix yang berjudul “Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso”. Dokumenter itu membahas jalannya sidang Jessica yang dihukum karena kasus kopi sianida. “Ice Cold” menuai pro dan kontra di kalangan publik, dan cukup banyak juga orang-orang yang secara terbuka membela Jessica Wongso yang dituduh menghabisi nyawa sahabatnya sendiri.

Jessica Menutupi Kopi

Faktanya adalah Jessica Wongso memang benar menutupi gelas-gelas minuman dengan belanjaannya. Hal itu juga diperagakan di persidangan ketika Jessica menyusun-nyusun belanjaannya di atas meja keluaran sgp sehingga memblokir pandangan ke gelas kopi Mirna dari kamera CCTV sisi depan (CCTV sisi belakang Jessica terhalang tanaman, ada tanaman indoor di belakang tempat duduk tempat kejadian). Sejak kopi tersajikan hingga sebelum Mirna datang, hanya Jessica yang berada di dekat kopi itu. Tapi tak hanya itu, investigator ternyata sampai menelusuri toko tempat Jessica belanja. Hasilnya, ada sesuatu yang ganjil dari isi tas belanja pelaku.

Jessica memang sempat belanja dulu ke toko di Grand Indonesia, sehingga ia datang ke kafe dengan sejumlah paper bag. Berdasarkan penelusuran, pelaku ternyata hanya membeli tiga buah sabun saja, akan tetapi ia meminta supaya barang-barang itu dimasukan ke tas belanja terpisah.

Celana Panjang Hilang

Pada dokumenter “Ice Cold”, Otto Hasibuan sempat mempertanyakan dari mana Jessica mengambil racunnya. Apakah dari celana, tas, dan seterusnya. Sutradara “Ice Cold”, Rob Sixsmith, malah tidak menjelaskan bahwa celana panjang Jessica justru hilang. Celana itu dipakai Jessica saat insiden kematian Mirna terjadi. Meski hilang, fakta bahwa celana panjang Jessica hilang tetap disorot oleh polisi.

“Celananya itu robek pas dia mau bantu Mirna. Saat pulang, pembantunya bilang, ‘Non ini robek, enggak bisa dijahit lagi. Buang saja yah’. Ya Jessica bilang, ‘Ya sudah’. Kan sudah tidak bisa dipakai,” kata Yudi, Rabu 20 Januari 2016. Rekaman CCTV memperlihatkan togel singapore sebaliknya. Bahwa Hani yang sibuk membantu Mirna. Hal itu juga tercatat di putusan Mahkamah Agung.

 Tak Ada Racun di Tubuh Mirna

Salah satu klaim dari kuasa hukum Jessica Wongso adalah tidak ada racun di tubuh Mirna berdasarkan temuan Laboratorium Kriminalistik Polri pada 70 menit usai Mirna meninggal. Mahkamah Agung dengan tegas menyebut kesimpulan itu bertentangan dengan nalar hukum yang benar dan logis, sebab Laboratorium Kriminalistik Polri menemukan bahwa Mirna memang meninggal karena racun.

“secara sembrono Terdakwa/Penasihat Hukum Terdakwa berani menyimpulkan bahwa Korban Wayan Mirna Salihin meninggal dunia bukan karena Natrium Sianida, padahal hasil pemeriksaan Laboratorium Kriminalistik Polri tersebut justru menyimpulkan bahwa Korban Wayan Mirna Salihin meninggal dunia karena Natrium Sianida,” tulis pihak Mahkamah Agung.

“Kasasi Terdakwa/Penasihat Hukum Terdakwa yang mendalilkan bahwa Korban Wayan Mirna Salihin meninggal dunia bukan karena minum racun Sianida dengan alasan berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polri tidak ditemukan racun Sianida di tubuh Korban Wayan Mirna Salihin sudah terbantahkan sepenuhnya, karena tidak sesuai dengan fakta hukum yang benar yang terungkap di persidangan dan bertentangan dengan nalar hukum yang benar dan logis,” demikian bunyi putusan MA.

Jessica Tidak Punya Motif

Pertanyaan pertama adalah soal motif. Ada anggapan bahwa Jessica tidak memiliki motif untuk membunuh Mirna. Pada dokumenter “Ice Cold”, Otto Hasibuan (pengacara Jessica Wongso) mengaku tidak percaya bahwa Jessica tega membunuh Mirna hanya karena Mirna menasihati Jessica tentang masalah pacar. Namun, masalahnya tidak sesederhana itu. Dua sahabat dari Jessica dan Mirna berkata bahwa benar Mirna menasihati Jessica agar putus dari pacarnya. Akan tetapi, Mirna menyebut pacar Jessica sebagai orang yang kasar, tidak modal, dan pemakai narkoba.

“Korban Mirna menasihati Terdakwa agar putus saja dengan pacarnya yang suka kasar dan pemakai narkoba, dengan menyatakan buat apa pacaran dengan orang yang tidak baik dan tidak modal. Ucapan Korban Mirna tersebut ternyata membuat Terdakwa marah serta sakit hati sehingga Terdakwa memutuskan komunikasi dengan Korban Mirna,” demikian bunyi penjelasan Mahkamah Agung. Pada awal dokumenter “Ice Cold”, ayah dari Mirna juga berkata bahwa putrinya sering berani blak-blakan ketika berbicara.

Yang Lain Sehat Usai Minum Sianida

Argumen lain dari tim kuasa hukum Jessica Wongso adalah kenapa ada sejumlah orang lain yang meminum kopi milik Mirna, tetapi mereka sehat-sehat saja. Tiga orang yang mencicipi adalah Hani (sahabat Jessica-Mirna) dan dua staf Olivier Cafe: Marwan Amir dan Devi Chrisnawati Siagian.

Mirna sebenarnya juga menyodorkan Vietnamese Iced Coffee (VIC) tersebut ke Jessica karena rasanya pahit, tetapi Jessica menolak, sementara Hani mau mencicipi kopi sahabatnya. Mahkamah Agung menegaskan bahwa orang-orang yang mencicipi kopi Mirna mengakui ada rasa yang aneh.

Dua staf Olivier Cafe diketahui langsung melepeh dan mencuci mulut mereka usai mencicipi kopi Mirna. Hal itu juga disebut di “Ice Cold” dan bahkan jelas ada rekaman CCTV-nya. Mereka juga mengaku pusing dan mual. Sementara, Mahkamah Agung menyorot bahwa Hani juga merasa pusing dan disuruh dokter meminum obat anti-racun.

“Saksi Marwan Amir mengeluarkan rasa pahit seperti terbakar dengan cara meludah dan muntah beberapa kali dan kumur-kumur dengan air kran. Sedangkan Saksi Boon Juwita alias Hani setelah slot gacor mencicipi merasa pusing dan diberikan resep oleh dokter untuk membeli obat untuk membuang racun,” tulis putusan Mahkamah Agung.